yang di depan dan di belakang
hari kamis, dua hari yang lalu, saya selesai menjalani sidang tugas akhir. belum resmi jadi sarjana memang, masih ada revisi dan beberapa hal-hal administratif lain sebelum akhirnya saya akan diwisuda.
pada saat building up momentum menuju waktu sidang, pikiran saya yang tegang berkali-kali dilintasi pemikiran yang sama, yaitu betapa cepatnya waktu berlalu dari pertama masuk itb. obrolan dengan teman-teman sesama peserta sidang juga memberikan jawaban yang sama. hampir semuanya merasa waktu berjalan terlalu cepat. gak kerasa euy udah sidang aja ya, kata mereka. maka saya coba mengingat-ingat. dan ternyata kalau dirunut dan diingat betul-betul, eh tidak secepat yang kita bilang ya.
saya ingat saat kelulusan sma, rasanya berat, ingin terus melanjutkan ke kelas empat saja bersama seluruh teman seangkatan. ingat pertama kali baca pengumuman penerimaan SPMB lewat internet. waktu itu, saya yang kena euforia menelepon bapak saya yang sedang di luar kota. ternyata bapak udah punya nomor peserta saya dan udah mengecek pengumuman sendiri. gak tahan deg-degan kayaknya, haha. saya ingat antri daftar ulang di sabuga, lalu ambil ksm dan pertama kali baca nim sendiri. saya ingat waktu sidang terbuka di sabuga, yang disambung PMB sampai sore. saya ingat masa-masa ospek jurusan, masa bina cinta (mbc) hme, dengan tugas berjibun yang bikin saya dikira ibu jadi anak dugem karena pulang malam terus. yakali bu. minum sekoteng jahe aja saya ga abis. saya ingat waktu agak kesal karena di hari ulang tahun malah harus seharian di kampus ngerjain tugas mbc.
saya ingat pertama kenal teman2 sekelas kalkulus waktu TPB, teman2 labtek tetangga, teman2 sahabat telekomunikasi. saya ingat diajak mamed pertama kali ikut latian parkour, yang bikin ingat diklat keamanan dan ingat pelantikan. saya inget pers mahasiswa. saya ingat milih jurusan telekomunikasi, ingat ambil kuliah kesehatan lingkungan dan pilih2 kelas supaya bareng mahasiswi TL, tetapi gagal. saya ingat pilih2 kelas kuliah agama bareng temen2 dan nyari kelas yang banyak anak TI, TL, atau planologinya. haha. saya ingat pengmas hme, saya ingat diklat palapa, dan saya ingat jamming nasional parkour indonesia.
ternyata saya ingat banyak hal. ternyata masa empat tahun ini sebenarnya panjang sekali, dan isinya sangat bermacam-macam. saya ingat hal-hal menyenangkan, hal-hal memalukan, yang bikin kesal, dan bikin senang, yang bikin kecewa, dan yang bikin bangga. dan saya paham, empat tahun ini sudah membentuk saya dalam banyak hal. empat tahun yang luar biasa, yang lebih intens, lebih full action dibandingkan tujuh belas tahun lain dalam hidup saya. sekarang empat tahun itu sudah selesai. masa-masa trial and error, kata dosen saya, sudah selesai. sekarang saatnya memasuki dunia nyata, di mana untuk setiap perbuatan ada konsekuensi yang lebih mbois dan menyeramkan. saya ingin bilang dengan mantap ‘saya siap!’, tapi nyatanya empat tahun lalu pun saya merasa tidak. dan hari ini saya masih baik-baik saja. jadi kayaknya saya biarkan saja perasaan saya apa adanya, lalu saya bilang saja, ‘real world, be nice to me yah!’
fahmi rahmadani, (calon) S.T.
