kotakkayu - talking in Indonesian

Jacko, Thriller, Zombie!

Terimakasih, Jacko!

Untuk moonwalk-nya yang menginspirasi drama “Malin Kundang Goes To Las Vegas” waktu saya kelas 2 SMA.

Untuk Thriller-nya yang menginspirasi wisuda HME Juli 2008, yang temanya ‘zombie’.

Baru-baru ini, saya juga menemukan review game “Plants vs Zombies”, game keluaran GameHouse Mei ini. Sesuai judul, game puzzle ini bercerita tentang invasi zombie ke halaman depan rumah kita, yang berusaha dihalau memanfaatkan pohon-pohon di depan rumah.

Plants_vs_Zombies_017

Dan coba tebak, Michael Jackson muncul sebagai zombie cameo! Terinspirasi dari video klip Thriller, zombie Jacko berjaket kulit merah, berjalan dengan gaya moonwalk, dan diiringi zombie-zombie penari latar!

jackson-zombie

Terimakasih, Jacko! You keep inspiring us! :D

nb: review dan gambar didapat dari sini. Game Plants vs Zombie sebaiknya dibeli di sini, atau kalau engga ya donlot di Rileks bagian Game Release dari postingannya dewa telkom kita, bung Hilman F.


Posted in Uncategorized

Dulu inlander, sekarang alay

Dulu, jaman penjajahan Belanda, manusia Indonesia dibagi dua: pribumi dan non-pribumi.

Golongan pribumi, inlander, isinya orang asli Indonesia, plus keturunan Arab dan Tionghoa yang golongan sosial ekonominya rendah. Golongan non-pribumi sesuai namanya berisi tuan-tuan dan noni Belanda, negara Eropa lain, Amerika, Jepang, dan ditambah sedikit pribumi elit.

Karena kekuasaan mayoritas dimiliki golongan non-pribumi yang berjumlah minoritas, golongan pribumi menjadi golongan ‘kelas dua’. Mereka dipandang rendah, tidak berpendidikan, kaum primitif, barbar, kampungan, dan jelas dong, konsekuensi logisnya mendapat harus dapat perlakuan berbeda.

Tapi kaum pribumi, rakyat asli Indonesia, menentang habis-habisan. Penggolongan kelas sosial adalah bentuk feodalisme terang-terangan yang memandang manusia berbeda hanya dari pertimbangan kekayaan, suku bangsa, dan pendidikan. Pejuang-pejuang muncul dari penjuru Nusantara.

Sekarang, di jaman informasi, zaman Facebook, manusia Indonesia dibagi dua: alay dan non-alay.

Golongan alay berciri-ciri (ngutip dari blog orang), “kulit item, celana jins ketat, sepatu converse, rambut kemerahan bau matahari”. Pendidikannya rendah, terbukti ngeja sms dan wall post Facebook aja gak bisa pakai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Saya kutip lagi, alay juga “suka pakai baju kaos sok gaul padahal murahan”, berarti golongan ekonomi rendah. Terakhir, kutipan lagi,  alay adalah (kutipan langsung) “orang yang dari lahir udah ditakdirkan menjadi orang yang kampungan, norak, dan bikin eneg..”.

Non-alay, sebaliknya. Kulit sehat, rambut sehat dan wangi, tanda gizi cukup lah. Ngeja sms pakai bahasa Indonesia sempurna, malah kadang bahasa Inggris atau Prancis. Tandanya bahwa tingkat pendidikannya dahsyat. Bajunya modis, selalu mengikuti perkembangan fashion. Bukti tingkat ekonomi menengah ke atas. Tidak seperti alay yang terjebak fashion celana jins ketat. Norak, kampungan, bikin eneg betul kan?

Sampai di sini sejarah berulang. Alay mulai bergerak ke posisi dimana mereka dipandang rendah, tidak berpendidikan, kaum primitif, barbar, kampungan, norak.

Terus apa lagi? Konsekuensi logisnya pembedaan hak? Pemisahan fasilitas publik antara alay dan non-alay? Ada sekolah khusus alay, ada sekolah khusus non-alay? Tawuran antara anak-anak alay versus non-alay? Lalu muncul pejuang-pejuang alay dari penjuru Nusantara, menuntut dihentikannya praktik neo feodalisme.

Lebay, tapi bukan mustahil :D


Posted in Uncategorized

Truly the ghost of the internet

Look what sites I’ve joined this summer:

 

1. Plurk

Actually I’ve joined this long time ago, but due to addiction issue (ahem!) I stopped posting there. Now, I kinda miss it. So, I thought, WTH, this is holiday. I am happy and in a good mood, so I’ll give Plurk a second chance. ;)

 

2. PayPal

I’ve decided that I need a Paypal account to take care of my internet expense and incomes. Well, it’s true that right now I don’t have them but.. we have to take care of everything in advance right? Although it just means I will spend more and more times in front of my laptop browsing ebay.

 

3. Hospitality Club

This one is good. And when I say good I mean it. “Free acommodations around the world” it says. Good lure for me to get out and see the world. I think I’ll make use of this site when I graduate a couple of years from now.

 

See? My identity are all over the internet now. Actually I think most people do that today. I won’t be surprised if some internet extremists start uploading their consciousness there. :P


Posted in Uncategorized